{"id":23,"date":"2026-03-29T00:57:00","date_gmt":"2026-03-28T23:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/2026\/03\/29\/apakah-pemantauan-glukosa-berkelanjutan-mengurangi-komplikasi-serius-diabetes-tipe-1\/"},"modified":"2026-03-29T00:57:40","modified_gmt":"2026-03-28T23:57:40","slug":"apakah-pemantauan-glukosa-berkelanjutan-mengurangi-komplikasi-serius-diabetes-tipe-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/2026\/03\/29\/apakah-pemantauan-glukosa-berkelanjutan-mengurangi-komplikasi-serius-diabetes-tipe-1\/","title":{"rendered":"Apakah Pemantauan Glukosa Berkelanjutan Mengurangi Komplikasi Serius Diabetes Tipe 1?"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/biologistjournal.com\/\/id\/wp-content\/uploads\/shared\/diabetes-777002_1280.jpg\" alt=\"Apakah Pemantauan Glukosa Berkelanjutan Mengurangi Komplikasi Serius Diabetes Tipe 1?\" class=\"featured-image\" \/><\/p>\n<h1>Apakah Pemantauan Glukosa Berkelanjutan Mengurangi Komplikasi Serius Diabetes Tipe 1?<\/h1>\n<p>Sebuah studi besar yang dilakukan di Korea Selatan mengungkapkan bahwa penggunaan sistem pemantauan glukosa berkelanjutan secara signifikan meningkatkan kesehatan orang dewasa yang menderita diabetes tipe 1. Perangkat ini memungkinkan pemantauan secara real-time terhadap perubahan kadar gula darah. Dengan demikian, perangkat ini memberikan pengelolaan pengobatan insulin yang lebih baik dan mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi kadar gula darah yang terlalu besar.<\/p>\n<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang menggunakan sistem ini mengalami lebih sedikit komplikasi akut dan kronis dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya. Risiko asidosis diabetik, suatu keadaan darurat medis yang disebabkan oleh kelebihan gula dalam darah, berkurang sebesar 60%. Penyakit ginjal stadium akhir, yang terjadi ketika ginjal hampir tidak berfungsi, juga lebih jarang ditemukan pada pengguna. Demikian pula, masalah kardiovaskular seperti serangan jantung atau stroke berkurang hingga setengahnya. Selain itu, tingkat mortalitas dari semua penyebab juga lebih rendah.<\/p>\n<p>Studi ini melibatkan lebih dari 17.000 orang dewasa yang menggunakan insulin, di mana setengahnya menggunakan perangkat pemantauan berkelanjutan. Setelah mengadopsi sistem ini, rawat inap akibat ketidakseimbangan glukosa menurun sebesar 50%. Bahkan, episode hipoglikemia berat, di mana kadar gula darah menjadi sangat rendah dan berbahaya, berkurang sebesar 61%. Peningkatan ini disebabkan oleh kontrol glukosa darah secara keseluruhan yang lebih baik. Memang, kadar hemoglobin terglikosilasi, yang mencerminkan rata-rata gula darah selama beberapa minggu, menurun secara signifikan setelah beberapa bulan penggunaan.<\/p>\n<p>Para peneliti menekankan bahwa manfaat ini tidak hanya bergantung pada teknologi. Manfaat ini juga terkait dengan pendampingan edukatif yang ditingkatkan. Pasien belajar untuk lebih baik menafsirkan data dan menyesuaikan dosis insulin mereka sesuai kebutuhan. Meskipun ada kemajuan ini, hanya sebagian kecil dari orang yang bersangkutan saat ini menggunakan perangkat ini. Hambatan administratif dan kurangnya informasi masih membatasi adopsi perangkat ini.<\/p>\n<p>Kesimpulan ini menunjukkan bahwa generalisasi metode ini dapat meningkatkan penanganan diabetes tipe 1 secara berkelanjutan. Hal ini membuka jalan bagi kebijakan kesehatan publik yang bertujuan memfasilitasi akses ke alat-alat ini bagi semua pasien.<\/p>\n<hr>\n<h2>Sources du site<\/h2>\n<h3>Source officielle de l\u2019\u00e9tude<\/h3>\n<p><strong>DOI\u00a0:<\/strong> <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00125-026-06709-2\" target=\"_blank\">https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00125-026-06709-2<\/a><\/p>\n<p><strong>Titre\u00a0:<\/strong> Continuous glucose monitoring and risks of acute and chronic diabetes-related complications and mortality in adults with type 1 diabetes: a nationwide cohort study<\/p>\n<p><strong>Revue : <\/strong> Diabetologia<\/p>\n<p><strong>\u00c9diteur : <\/strong> Springer Science and Business Media LLC<\/p>\n<p><strong>Auteurs : <\/strong> Ji Yoon Kim; Seohyun Kim; Jae Hyeon Kim<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Pemantauan Glukosa Berkelanjutan Mengurangi Komplikasi Serius Diabetes Tipe 1? Sebuah studi besar yang dilakukan di Korea Selatan mengungkapkan bahwa penggunaan sistem pemantauan glukosa berkelanjutan secara signifikan meningkatkan kesehatan orang dewasa yang menderita diabetes tipe 1. Perangkat ini memungkinkan pemantauan secara real-time terhadap perubahan kadar gula darah. Dengan demikian, perangkat ini memberikan pengelolaan pengobatan insulin&hellip; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/2026\/03\/29\/apakah-pemantauan-glukosa-berkelanjutan-mengurangi-komplikasi-serius-diabetes-tipe-1\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Apakah Pemantauan Glukosa Berkelanjutan Mengurangi Komplikasi Serius Diabetes Tipe 1?<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-23","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesehatan","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23\/revisions\/24"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}