{"id":25,"date":"2026-06-05T13:03:20","date_gmt":"2026-06-05T11:03:20","guid":{"rendered":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/2026\/06\/05\/apakah-wadah-makanan-sekali-pakai-melepaskan-mikroplastik-ke-dalam-makanan-kita\/"},"modified":"2026-06-05T13:07:13","modified_gmt":"2026-06-05T11:07:13","slug":"apakah-wadah-makanan-sekali-pakai-melepaskan-mikroplastik-ke-dalam-makanan-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/2026\/06\/05\/apakah-wadah-makanan-sekali-pakai-melepaskan-mikroplastik-ke-dalam-makanan-kita\/","title":{"rendered":"Apakah wadah makanan sekali pakai melepaskan mikroplastik ke dalam makanan kita?"},"content":{"rendered":"<h1>Apakah wadah makanan sekali pakai melepaskan mikroplastik ke dalam makanan kita?<\/h1>\n<p>Penyebaran wadah makanan sekali pakai sejak pandemi COVID-19 telah menimbulkan kekhawatiran besar tentang keberadaan mikroplastik dalam makanan kita. Analisis mendalam mengungkapkan bahwa wadah-wadah ini memang melepaskan partikel plastik, dengan potensi dampak terhadap kesehatan manusia.<\/p>\n<p>Mikroplastik adalah pecahan plastik berukuran sangat kecil, seringkali tidak terlihat oleh mata telanjang, yang terbentuk saat benda-benda plastik terdegradasi. Mereka dapat berasal dari berbagai sumber, seperti keausan material yang lebih besar atau mikrobijih yang digunakan dalam beberapa produk industri. Ukurannya yang kecil memungkinkan mereka menyebar dengan mudah di lingkungan dan mencemari makanan.<\/p>\n<p>Penelitian ini membandingkan wadah sekali pakai dan wadah yang dapat digunakan kembali, semuanya digunakan untuk pengangkutan atau penyimpanan makanan. Hasil menunjukkan bahwa wadah sekali pakai melepaskan jumlah mikroplastik yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan wadah yang dapat digunakan kembali. Di antara partikel yang diidentifikasi, plastik yang paling umum adalah jenis yang sering digunakan untuk botol dan kemasan, yang mewakili hampir setengah dari fragmen yang terdeteksi. Potongan yang paling sering ditemukan berukuran antara 20 hingga 49 mikrometer, ukuran yang cukup kecil untuk menembus berbagai organ tubuh manusia.<\/p>\n<p>Jumlah mikroplastik yang dilepaskan juga tergantung pada permukaan bagian dalam wadah. Semakin besar permukaan ini, semakin besar gesekan dan keausan, yang mendorong pelepasan partikel. Misalnya, wadah sup besar, yang sering digunakan untuk makanan yang dikirim, melepaskan hingga 30 fragmen per penggunaan. Temuan ini menunjukkan bahwa abrasi permukaan bagian dalam adalah mekanisme utama produksi mikroplastik.<\/p>\n<p>Untuk mengevaluasi paparan konsumen yang sebenarnya, para peneliti memperkirakan bahwa satu hidangan khas yang dikirim di Korea, yang terdiri dari sup, bubur nasi, dan dua lauk, dapat mengekspos seseorang kepada sekitar 42 partikel mikroplastik. Dalam setahun, dengan rata-rata 1,6 hidangan yang dikirim per minggu, paparan ini mencapai hampir 3.500 fragmen. Gelas sekali pakai, yang sering digunakan untuk kopi, menambahkan sumber pencemaran tambahan. Di Korea, di mana konsumsi kopi tahunan dalam gelas sekali pakai tinggi, hal ini dapat mewakili hingga 2.500 partikel tambahan per tahun per orang.<\/p>\n<p>Mikroplastik tidak bebas risiko bagi kesehatan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mereka dapat menyebabkan stres oksidatif, reaksi inflamasi, dan bahkan gangguan endokrin. Keberadaan mereka dalam tinja manusia telah dikonfirmasi, menimbulkan pertanyaan tentang akumulasi dalam tubuh. Meskipun efek langsung pada manusia masih sebagian besar belum diketahui, penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan potensi risiko neurotoksisitas dan imunotoksisitas.<\/p>\n<p>Wadah yang dapat digunakan kembali, seperti yang terbuat dari baja tahan karat, melepaskan lebih sedikit mikroplastik, tetapi tidak sepenuhnya bebas dari pencemaran. Hal ini sering disebabkan oleh pencemaran silang selama proses pembuatan atau pengemasan. Hasil penelitian ini oleh karena itu menekankan pentingnya mengontrol kualitas sepanjang rantai produksi, bahkan untuk wadah yang dirancang untuk tahan lama.<\/p>\n<p>Ukuran partikel yang terdeteksi adalah elemen lain yang mengkhawatirkan. Mikroplastik berukuran 20 hingga 99 mikrometer, yang mewakili 72% dari fragmen yang ditemukan, cukup kecil untuk menembus penghalang biologis dan mencapai berbagai organ. Beberapa ilmuwan bahkan khawatir tentang keberadaan nanoplastik, partikel yang bahkan lebih kecil, yang mungkin lolos dari metode deteksi saat ini.<\/p>\n<p>Di Korea, di mana pengiriman makanan telah menjadi kebiasaan umum, paparan terhadap mikroplastik ini dapat memiliki konsekuensi jangka panjang. Angka-angka menunjukkan bahwa wadah sekali pakai merupakan sumber utama pencemaran, jauh melebihi apa yang diamati dengan makanan lain seperti garam atau air keran. Para peneliti memperkirakan bahwa adopsi wadah yang dapat digunakan kembali dan peningkatan proses pembuatan dapat secara signifikan mengurangi risiko bagi konsumen.<\/p>\n<h1>Apakah wadah makanan sekali pakai melepaskan mikroplastik ke dalam makanan kita?<\/h1>\n<p>Penyebaran wadah makanan sekali pakai sejak pandemi COVID-19 telah menimbulkan kekhawatiran besar tentang keberadaan mikroplastik dalam makanan kita. Analisis mendalam mengungkapkan bahwa wadah-wadah ini memang melepaskan partikel plastik, dengan potensi dampak terhadap kesehatan manusia.<\/p>\n<p>Mikroplastik adalah pecahan plastik berukuran sangat kecil, seringkali tidak terlihat oleh mata telanjang, yang terbentuk saat benda-benda plastik terdegradasi. Mereka dapat berasal dari berbagai sumber, seperti keausan material yang lebih besar atau mikrobijih yang digunakan dalam beberapa produk industri. Ukurannya yang kecil memungkinkan mereka menyebar dengan mudah di lingkungan dan mencemari makanan.<\/p>\n<p>Penelitian ini membandingkan wadah sekali pakai dan wadah yang dapat digunakan kembali, semuanya digunakan untuk pengangkutan atau penyimpanan makanan. Hasil menunjukkan bahwa wadah sekali pakai melepaskan jumlah mikroplastik yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan wadah yang dapat digunakan kembali. Di antara partikel yang diidentifikasi, plastik yang paling umum adalah jenis yang sering digunakan untuk botol dan kemasan, yang mewakili hampir setengah dari fragmen yang terdeteksi. Potongan yang paling sering ditemukan berukuran antara 20 hingga 49 mikrometer, ukuran yang cukup kecil untuk menembus berbagai organ tubuh manusia.<\/p>\n<p>Jumlah mikroplastik yang dilepaskan juga tergantung pada permukaan bagian dalam wadah. Semakin besar permukaan ini, semakin besar gesekan dan keausan, yang mendorong pelepasan partikel. Misalnya, wadah sup besar, yang sering digunakan untuk makanan yang dikirim, melepaskan hingga 30 fragmen per penggunaan. Temuan ini menunjukkan bahwa abrasi permukaan bagian dalam adalah mekanisme utama produksi mikroplastik.<\/p>\n<p>Untuk mengevaluasi paparan konsumen yang sebenarnya, para peneliti memperkirakan bahwa satu hidangan khas yang dikirim di Korea, yang terdiri dari sup, bubur nasi, dan dua lauk, dapat mengekspos seseorang kepada sekitar 42 partikel mikroplastik. Dalam setahun, dengan rata-rata 1,6 hidangan yang dikirim per minggu, paparan ini mencapai hampir 3.500 fragmen. Gelas sekali pakai, yang sering digunakan untuk kopi, menambahkan sumber pencemaran tambahan. Di Korea, di mana konsumsi kopi tahunan dalam gelas sekali pakai tinggi, hal ini dapat mewakili hingga 2.500 partikel tambahan per tahun per orang.<\/p>\n<p>Mikroplastik tidak bebas risiko bagi kesehatan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mereka dapat menyebabkan stres oksidatif, reaksi inflamasi, dan bahkan gangguan endokrin. Keberadaan mereka dalam tinja manusia telah dikonfirmasi, menimbulkan pertanyaan tentang akumulasi dalam tubuh. Meskipun efek langsung pada manusia masih sebagian besar belum diketahui, penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan potensi risiko neurotoksisitas dan imunotoksisitas.<\/p>\n<p>Wadah yang dapat digunakan kembali, seperti yang terbuat dari baja tahan karat, melepaskan lebih sedikit mikroplastik, tetapi tidak sepenuhnya bebas dari pencemaran. Hal ini sering disebabkan oleh pencemaran silang selama proses pembuatan atau pengemasan. Hasil penelitian ini oleh karena itu menekankan pentingnya mengontrol kualitas sepanjang rantai produksi, bahkan untuk wadah yang dirancang untuk tahan lama.<\/p>\n<p>Ukuran partikel yang terdeteksi adalah elemen lain yang mengkhawatirkan. Mikroplastik berukuran 20 hingga 99 mikrometer, yang mewakili 72% dari fragmen yang ditemukan, cukup kecil untuk menembus penghalang biologis dan mencapai berbagai organ. Beberapa ilmuwan bahkan khawatir tentang keberadaan nanoplastik, partikel yang bahkan lebih kecil, yang mungkin lolos dari metode deteksi saat ini.<\/p>\n<p>Di Korea, di mana pengiriman makanan telah menjadi kebiasaan umum, paparan terhadap mikroplastik ini dapat memiliki konsekuensi jangka panjang. Angka-angka menunjukkan bahwa wadah sekali pakai merupakan sumber utama pencemaran, jauh melebihi apa yang diamati dengan makanan lain seperti garam atau air keran. Para peneliti memperkirakan bahwa adopsi wadah yang dapat digunakan kembali dan peningkatan proses pembuatan dapat secara signifikan mengurangi risiko bagi konsumen.<\/p>\n<hr>\n<h2>Sources du site<\/h2>\n<h3>Source officielle de l\u2019\u00e9tude<\/h3>\n<p><strong>DOI\u00a0:<\/strong> <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s13197-026-06691-y\" target=\"_blank\">https:\/\/doi.org\/10.1007\/s13197-026-06691-y<\/a><\/p>\n<p><strong>Titre\u00a0:<\/strong> Microplastics released from disposable food containers: characterization by micro-FTIR and estimation of dietary exposure<\/p>\n<p><strong>Revue : <\/strong> Journal of Food Science and Technology<\/p>\n<p><strong>\u00c9diteur : <\/strong> Springer Science and Business Media LLC<\/p>\n<p><strong>Auteurs : <\/strong> Bo Kyung Kim; Jihoon Kim; Jung Bin Lee; Jun Bae Hong; Juno Lee; Pahn-Shick Chang<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah wadah makanan sekali pakai melepaskan mikroplastik ke dalam makanan kita? Penyebaran wadah makanan sekali pakai sejak pandemi COVID-19 telah menimbulkan kekhawatiran besar tentang keberadaan mikroplastik dalam makanan kita. Analisis mendalam mengungkapkan bahwa wadah-wadah ini memang melepaskan partikel plastik, dengan potensi dampak terhadap kesehatan manusia. Mikroplastik adalah pecahan plastik berukuran sangat kecil, seringkali tidak terlihat&hellip; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/2026\/06\/05\/apakah-wadah-makanan-sekali-pakai-melepaskan-mikroplastik-ke-dalam-makanan-kita\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Apakah wadah makanan sekali pakai melepaskan mikroplastik ke dalam makanan kita?<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8,2,5],"tags":[],"class_list":["post-25","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-budaya","category-kesehatan","category-manusia","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25\/revisions\/26"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologistjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}